Seharusnya Pagi Kita Secerah Pagi Ini.

Pagi rabumu diisi dengan beberapa pertanyaan ringan, mengenai bagaimana kita dan udara dari kota yang tengah dipijaki ini.

Seakan berusaha menyimpan tangis dari dalam dada yang sementara meringis.
Hingga kita berpura pura untuk tetap baik dalam setiap kondisi yang bersembunyi dari rintik di kepalaku.
Kepergianmu, Gus. Menyisahkan haru paling biru yang jauh mengalahkan Makassar dan langitnya yang pilu.

Sementara perjalanan memusatkan pikiranmu untuk sebentar lagi meninggalkan,
Di tempat tersibuk itu, ku pegang dos dos buatmu erat erat selagi menunggu.
Hingga kemudian orang-orang asing itu datang dan berlalu lalang tanpa pernah tau seseorang sedang bersiap kehilangan.
Sementara aku tak akan pernah jemu mengingatkan akan janji janji yang sudah ku pesankan dari hari hari sebelum ini; sebelum kau pergi.

Maka bersahajalah kau di kota kembang, Agus. 
Semoga kau akan tetap ingat jalan untuk pulang.



0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Pengikut

Entri Populer

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya

Penerima kado-kado kecil Tuhan. Penggembira umat. Pemimpi selebihnya!