Sebuah Perayaan dan Kepergian.

Jika kau tambahkan satu, kami genap dua.
Jika kau kurangi satu, kami tak akan ada.
Begitu orang menyebut,
Seketika kami menyahut.

Kami lah, dua gadis kecil yang sedang kehilangan arah.
Kompas telah lenyap ditelan bulat bulat oleh seseorang yang entah.
Kini kami bingung.
Lantas setelah perayaannya usai, kami harus kemana?
Pulang kemana?
Pintu siapa yang masih terbuka?

Sebutlah aku dengan nama A. Dan sahabatku dengan nama B.
Dua gadis kecil yang memotong-motong kue pada malam itu.
Dua gadis kecil yang membuat sekoci dalam bentuk kertas.
Dua gadis kecil yang menghilangkan kompas.

Demi bulan dan bintangnya yang setia menemani,
kami lalu berbisik begini;
"Jika setelah perayaan itu usai dan kita tak pulang atau memang tak bisa pulang, maka rumah baru adalah jawaban terbaiknya"

Kami telah tiba pada rumah itu.
Rumah yang tertata apik, aromanya serupa roti bakar dengan selai kacang di dalamnya.
Sedikit aneh dengan perabotan yang mirip masa lalu.
Dan kini ternyata kami rindu.

KAK.

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Pengikut

Entri Populer

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya

Penerima kado-kado kecil Tuhan. Penggembira umat. Pemimpi selebihnya!