Perihal; Sesuatu yang Lepas.

Teruntuk, kekasih yang lupa akan jalan pulang.

Kau tinggalkan jejak basah pada kenangan yang belum kering sekalipun. Apa kabarnya kamu setelah tulisan ini jadi? Entah ini puisi atau cerpen. Atau bahkan bukan keduanya. Apapun itu, semoga kau membacanya.

Kau tentu pernah ditinggalkan atau bahkan kau yang meninggalkan. Sama saja. Keduanya mengandung makna; pergi.
Jika pernah, maka kita sama sama merasakannya saat ini. Atau mungkin cuma aku? Entahlah. Sepertinya, ada sesuatu yang mulai lepas disini. Mau ku jabarkan satu-satu? Baiklah.

1. Jarimu mulai merenggang dalam genggamanku. Aku benci itu. Bahkan ketika sudah ku cegah dengan segala cara. Dan ternyata tidak berhasil.
2. Lenganmu yang mulai terlepas dari lenganku. Aku sudah mengupayakan segala cara menahannya tetap di tempat semula, lagi lagi aku gagal.
3. Pundakmu yang mulai menempatkan kepala orang lain disitu. Demi apapun, ku usahakan agar tetap kepalaku yang bersandar disana, ikhlas ku akui; aku menyerah.

Setelah membaca ketiga hal itu, akhirnya aku mulai sadar dan berniat menghentikan cerita ini. Aku mengangguk dan menabahkan hati. Bahwa rangkuman dari seluruh jabaran tersebut ternyata membukakanku jalan. Di ujung jalan itu ada papan yang berdiri kokoh dengan tulisan seperti ini;
"Sesuatu yang lepas itu bukan hanya yang kau baca. Tetapi apa yang kau tulis."

Sesuatu yang ku tulis?
Aku sadar. Dan mengerti. Sesuatu yang ku tulis itu adalah namamu. Nama yang dengan terpatah-patah ku ukir dalam hati. Namamu saja sudah lepas. Apalagi hatimu?

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Pengikut

Entri Populer

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya

Penerima kado-kado kecil Tuhan. Penggembira umat. Pemimpi selebihnya!