Dari Sebuah Ruangan Putih.

Catatan kecil ini ku buat dalam rangka menjawab rasa penasaranmu terhadap sebuah ruangan yang biasa orang sebut dengan nama; kamar.

Jika engkau membuka pintuku, kau mungkin akan protes. Kau telah masuk dalam sebuah kamar yang bukan seperti kebanyakan orang miliki. Kamarku lebih layak dikatakan sebagai ruang kelas. Sebab dinding-dindingnya terbuat dari papan tulis yang siap menampung cerita.
Kau perlu tahu. Dahulu ini bukanlah kamar. Tetapi setelah aku pindah dan menetap disini, bapakku berinisiatif untuk membuatkanku kamar meski dengan papan tulis sebagai dindingnya. Dimana lagi akan ku temukan pria setulus bapakku?

Nah. Jika pandanganmu beredar dalam kamarku, kau akan melihat tepat di atas tempat tidur telah tergantung robot burung yang jika dinyalakan, maka dia akan mengepakkan sayapnya kesana kemari dengan mata memerah. Sungguh mengerikan. Itu salah satu alasan besar kenapa dia ku nyalakan saat aku benar-benar merasa kesepian.

Kamar ini memiliki 3 buah jendela yang sudah dipagari dari luar. Kau tahu gunanya untuk apa, bukan?
Jendela itu diberikan tirai berwarna merah muda yang dijahit sendiri oleh bapakku. Tempat ternyaman saat melihat hujan di malam hari dan mengenangmu, ya adalah jendela itu.

Pada jendela pertama, kau akan menemukan boneka kayu bermuka anjing bertelinga lebih mirip singa. Itu adalah pemberian mamaku yang tahu bahwa aku menyukai benda aneh seperti itu. Jika kau tarik bagian belakangnya, tangan dan kakinya sontak akan bergerak seiriama. Lucu bukan?

Bergerak lebih jauh lagi. Di depan tempat tidurku, kau akan menemukan sebuah televisi tua yang masih kekar tapi tak dapat menyala karena tak memiliki sambungan kabel yang memadai. Di samping televisi itu, aku menyimpan pistol gelembung sabun berwarna orange kesukaanku dan memang hanya satu-satunya.
Lalu di bawah televisi, kau akan menemukan 3 bola kertas yang sudah susah payah ku tiup dahulu.
Pada bagian atas televisi itu juga ada keranjang besar. Tempatku menadah boneka-boneka pemberian orang.

Bergeraklah sedikit. Di samping tempat tidurku ada 2 mainan kayu yang jika digoyangkan akan menghasilkan bunyi-bunyian yang ajaib.

Jadi, apalagi yang ingin kau tahu?
Intinya, jika kau berkunjung dalam ruangan putih ini, kau harus menyiapkan mata terbaikmu untuk melihat semua harta karunku. Serta doraemon yang ku cintai namun berserakan dimana-mana. Terkadang aku menyukainya dalam keadaan berantakan sepeti itu.

Pada akhirnya, ku beri tahu.
Terima kasih telah berkunjung.
Datanglah lagi ketika kau bosan dengan ruangan-ruangan normal di luar sana.

1 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Pengikut

Entri Populer

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya

Penerima kado-kado kecil Tuhan. Penggembira umat. Pemimpi selebihnya!