KARENA DALAM RINTIK, AKAN SELALU ADA YANG PERGI


Untuk gadis-gadis penenun kain sutera,
Berkisalah tentang perjakamu yang pergi entah kemana.
Tentang mereka yang lupa akan cintanya.
Tentang mereka yang nyaris segaris dalam tangis.
Katamu, cinta adalah setumpuk rindu yang selalu menyatu dalam peluh
Bahwa cinta akan selalu pulang pada hati yang membutuhkan.
Padamu, kekasih. Ke-kasih.
Kepada punggung-punggung yang berjalan menjauh.
Pergilah dalam diam.
Seandainya aku dilupakan
Langit akan menulis buku harian
Dan biarkan perahu berlayar membelah matamu
Tunggu sampai ia menepi dan berkisah
Tentang sajak yang berhasil menebas jarak.
Bersahabatlah, langit.
Mendungmu harus berubah menjadi sekumpulan rindu.
Bukan titik-titik air beku. Sebab Oktober ini,
Kekasihku tak boleh pergi lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Follow by Email

Pengikut

Entri Populer

Google+ Followers

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya

Penerima kado-kado kecil Tuhan. Penggembira umat. Pemimpi selebihnya!